Kisah Penyemangat

Indahnya Persahabatan..

Posted on: March 12, 2009

Cerita ini adalah kisah nyata yang pernah aku baca, dan cerita ini sangat menyentuh bagiku, moga2 kalian dapat tersentuh juga seperti aku..

Gini ceritanya, di vietnam saat itu sedang terjadi perang, perang itu berjalan dari sebuah kota ke kota yang lain, pada suatu pagi perang itu melewati depan sebuah panti asuhan.. Tanpa memperdulikan keadaan sekitar, kedua belah pihak yang berperang, saling baku tembak, sehingga peluru kemana-mana..

Beberapa peluru bahkan nyasar ke dalam panti asuhan tersebut, dan mengenai pengelola panti asuhan dan seorang anak perempuan.. Pengelola panti asuhan tewas seketika setelah peluru mengenai kepalanya, sedangkan anak perempuan tidak meninggal, namun keadaannya cukup mengkhawatirkan, karena peluru mengenai bahunya..

Kebetulan saat itu, pengelola panti asuhan dan anak panti asuhan yang sedang pergi ke suatu tempat guna ingin memperoleh bantuan dana dari kegiatan sosial.. Suara tembakanpun sudah tidak terdengar lagi, perang sudah berjalan ke tempat lain rupanya..

Namun, keadaan di panti asuhan masih pilu, karena belum ada petugas kesehatan internasional yang tiba.. Beberapa menit kemudian terdengar suara lari beberapa orang, rupanya dia adalah dokter yang bertugas menangani korban perang, dia dokter yang berasal dari Spanyol..

Dia datang bersama dengan 2 orang suster yang juga berasal dari Spanyol.. Setelah masuk, dokter tersebut langsung menyatakan bahwa pengelola panti asuhan tersebut telah tewas. Dia dengan bahasa Spanyolnya menyuruh suster-suster tersebut untuk menutup tubuhnya dengan kain..

Dokter lalu menghampiri gadis kecil yang tergeletak tak berdaya di lantai, dan teman-temannya menangisinya.. Dokter lalu mendiagnosa, dia menyatakan bahwa gadis kecil itu banyak kehilangan darah, dan hanya dengan transfusi darah secepatnya, gadis itu dapat ditolong nyawanya..

Suster lalu mengetes darah gadis tersebut, ternyata dia bergolongan darah A, disana dokter berserta susternya tidak bergolongan A, sehingga ia meminta teman-teman yang lain (anak-anak panti asuhan yang lain) untuk mau menyumbangkan darahnya untuk menyelematkan nyawa gadis kecil itu..

“Michele” adalah nama gadis itu setelah dokter itu mendengar anak-anak mengulang-ngulang nama itu sambil menangis, dan diikuti bahasa Vietnam yang tentu saja, dokter yang berasal dari Spanyol tak dapat memahami artinya..

Sulitnya berkomunikasi dan mendesaknya waktu membuat dokter tersebut semakin bingung menjelaskan bahwa Michele harus segera ditolong, dan harus ada yang mau menyumbangkan darahnya..

Akhirnya dokter tersebut dengan bahasa tubuh berusaha menjelaskan ke anak-anak tersebut, anak-anak tersebut mula-mula juga bingung, namun akhirnya setelah dokter memperagakan adegan transfusi dan sebagainya anak-anak tersebut menjadi mengerti..

Kemudian dokter itu meminta kesediaan anak-anak untuk menyumbangkan darahnya, di belakang terlihat seseorang mengacungkan tangan, lalu menurunkannya lagi.. Kemudian dokter itu menghampirinya, dan membujuknya ke depan, nama anak itu adalah Bob..
Bob melihat Michele yang tak berdaya, sambil meneteskan air mata.. Dokter itupun tidak buang waktu, dia langsung mengetes darah anak itu, dan ternyata golongan darahnya A, tepat sekali.. Maka segera dilakukan transfusi darah..

Saat berlangsungnya transfusi darah, sesaat kemudian Bob menjerit lalu menangis, kemudian dokter tersebut menenangkannya.. Namun sesaat lagi, Bob menjerit dan menangis, dan semakin banyak air matanya yang keluar, dan juga tangan kirinya menutup wajahnya.. sambil terus menangis..

Dokter itupun menjadi bingung, dia tidak tahu mengapa Bob menjadi seperti itu.. Sesaat kemudian datanglah dokter lain yang berasal dari Vietnam.. Sebut saja dokter Vitnam, dokter Vitnam menghampiri dokter yang dari Spanyol, lalu menanyakan yang terjadi, kebetulan dokter Vitnam juga menguasai bahasa Spanyol, sehingga komunikasi mereka lancar dengan menggunakan bahasa Spanyol..

Dokter yang dari Spanyol mengatakan yang terjadi, dan dia bingung mengapa Bob menjerit-jerit dan menangis.. Kemudian dokter Vitnam menghampiri Bob, dan mengobrol dengan Bob dengan menggunakan bahasa Vietnam, tampak seperti seorang ayah berbicara kepada anaknya..
Kemudian setelah dokter Vitnam mengatakan sesuatu, Bob menjadi tenang dan diam.. Hal ini membuat dokter yang berasal dari Spanyol bingung, kemudian dia bertanya, “Apa yang anda katakan sehingga Bob menjadi tenang?”..

Dokter Vitnam tersenyum, lalu menjelaskan kepada dokter yang berasal dari Spanyol.. “Tadi, Bob menjerit-jerit karena Bob mengira bahwa anda akan mengambil semua darahnya untuk menyelamatkan Michele, sehingga ia berpikir bahwa dirinya akan mati, dan dia tidak akan bertemu dengan Michele lagi. Namun dia mengatakan bahwa dia rela mengorbankan hidupnya agar Michele bisa terselamatkan.”
Dokter yang dari spanyol tertegun, lalu bertanya pada dokter Vitnam, “Apakah anda tanya mengapa Bob mau melakukan ini semua untuk Michele?”

Dokter Vitnampun menjawab, “Ya, tadi aku sudah tanya. Mengapa dia mau melakukan ini semua? Jawaban dia adalah KARENA MICHELE SAHABATKU..”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Arsip

Kalender

March 2009
M T W T F S S
    May »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

About Me

Click to view my Personality Profile page Software tracking Helena

Kategori

Blog Stats

  • 38,553 hits
%d bloggers like this: